.

7 Rumpun Suku Dayak di Pulau Kalimantan

9 Nov by admin

7 Rumpun Suku Dayak di Pulau Kalimantan

suku dayak kalimantan
suku dayak kalimantan

Menurut daftar agen bola terbesar suku Dayak adalahsalah satu suku besar di Indonesia, suku ini dikenalsebab keramahan serta dedikasinya dalam melestarikan alam di pulau Kalimantan. Pada tadinya kata Dayak yang memiliki makna orang-orang yang berasal dari Hulu Sungai atau yang bermukim di bukit, melulu adalah sebutan kolektif dari orang Inggris & Melayu untuk suku-sukupribumi yang menempati pulau Kalimantan/Borneo. Seiring berjalannyamasa-masa istilah itu akhirnya digunakan sebagai identitas yang mempersatukan sekian banyak sub-suku yang terdapat di sana.

Secara umum, suku Dayak bisa dikategorikan menjadi 7 rumpun suku menurutasal daerahnya. Dari ketujuh wilayah tersebut, ada 405 sub-suku dengan bahasa yang bertolak belakang satu sama lain. Di samping bahasa yang berbeda, logat atau dialek untuk satu bahasa yang sama juga dapat sangat pelbagai jika bertolak belakang kampung. Untuk tersebut Hipwee akan membicarakan 7 rumpun suku Dayak yang terdapat di Kalimantan berdasakan keserupaan kebiasaan serta asal daerahnya.

1. Dayak Ngaju
Dayak Ngaju (Biaju) adalahDayak yang tinggal di wilayah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan atau di wilayah Kalimatan Tengah, Kalimatan Selatan, serta Kalimantan Barat unsur selatan. Dayak Ngaju mempunyai sub-suku Ngaju, Bakumpai, Katingan, Meratus, Tomun, dll.

Ciri khas dari Dayak Ngaju ialah agama kaharingan yang masih dianut olehbeberapa suku Ngaju, serta upacara Tiwah, atau upacara mengirimkan roh leluhur. Bagi pakaian adat, Dayak Ngaju seringkali menggunakan warna merah sebagai warna dominan, kain atau rompi dari kulit kayu, sertamemakai bulu burung enggang dan ruai sebagai dekorasi kepala.

Pada sejumlah tarian adat, kaum perempuan Ngaju seringkali juga membawakan tarian dengan memakai mandau/parang (contoh : Tari Hetawang Hakangkalu), urusan ini bertolak belakang dari perempuan sub-suku Dayak lainnya. Di samping itu, perangkat musik tradisional Dayak Ngajuseringkali di kekuasaan oleh Kecapi Karungut, Rebab, Gandang Tatau, Gong, dan suling.

2. Dayak Apo Kayan
Dayak Apo Kayan adalahsuku Dayak yang berasal dari Hulu sungai Kayan dan dataran tinggi Usun Apau, Baram, Sarawak. Saat ini Dayak Apo Kayan menyebar di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Baratunsur utara, dan Sarawak, Malaysia. Sub-suku yang tergolong dalam rumpun Apo Kayan ialah Kayan, Kenyah, Bahau, Kelabit, dll. Di Malaysia, Dayak Apo Kayan dikenal dengan sebutan Orang Ulu.

Ciri khas dari Dayak Apo Kayan ialah telinga panjang, serta tato di sekujur tubuh yang menandakan kedudukan sosial di masyarakat. Pakaian adat Dayak Apo Kayan seringkali di kekuasaan oleh warna Hitam, Putih, dan Kuning. Serta bisa ditemukan sekian banyak hiasan manik-manik dandekorasi bulu enggang.

Alat musik yang sangat terkenal dari rumput Dayak Apo Kayan ialah Kecapi tradisional atau Sape’ (Bahasa Kayan) atau Sampe’ (Bahasa Kenyah), kecapi ini bertolak belakang dari karungut, bermanfaat sebagai perangkat musik melodis dan ukurannya lebih besar. Selain tersebut ada pun Gong, Sluding/klentangan, Kadire/keledik (alat musik tiup), dan Antoneng.

3. Dayak Iban/Laut
Dayak Iban, disebut pun Dayak Laut, adalahrumpun dayak yang berada diwilayah utara pulau Kalimantan. Dayak Iban menyebar di wilayah Kalimantan Barat unsur utara, Sabah, Brunei, dan Sebagian besar terdapat di Sarawak. Dari segi bahasa Dayak Iban memiliki kesamaan dengan bahasa Melayu. Adapun sub-suku dari Dayak Iban ialah Mualang, Seberuang, Melanau, dll.

Dayak iban memiliki karakteristik yaitu menjamu tamu dengan tuak (rice wine) serta tato di sekujur tubuh. Tato ini menggambarkan pengalaman hidup seseorang, semakin tidak sedikit tato di tubuh berarti orang tersebut telah memiliki tidak sedikit pengalaman dan telah berkelana diberbagai tempat. Motif tato yang tidak jarang digunakan ialah motif bunga terong yang sedang di atas dada unsur kiri dan kanan.

Yang memisahkan Dayak Iban dari sub-suku Dayak lain ialah pakaian tradisional perempuan Iban memiliki dekorasi kepala dari logam, selaintersebut Dayak Iban mempunyai kain tenun dengan motif yang paling khas,diperbanyak dengan dekorasi bulu burung enggang dan ruai di unsur kepala. Bagi musik tradisional seringkali didominasi oleh Gendang, kollatung, dan Gong.

4. Dayak Klemantan/Darat
Dayak Klemantan atau disebut pun Dayak Darat mendiami wilayah barat pulau Kalimantan. Rumput dayak ini tersebar di hulu-hulu sungai yangterdapat di Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia. Dayak Darat di Malaysia dikenal dengan nama orang Bidayuh. Sub-suku dari Dayak Daratialah Kanayatn, Bidayuh, Ketungau, dll.

Dayak Darat dikenal sebab sifat yang ramah dan mudah mencampur dengansemua pendatang. Banyak dari masyarakat Dayak Darat yang dapat memahat. Di sejumlah tempat ada pahatan patung menyerupai insan dikenal dengan nama Pantak yang adalahwarisan dari nenek moyang dari rumpun Dayak Darat.

Pakaian tradisional Dayak Darat seringkali didominasi oleh warna merah, kuning, hitam dan putih, dengan dekorasi manik-manik. Selain tersebut terdapat pun rompi dari kulit kayu yang diberi motif tertentu. Untukdekorasi kepala, rumpun Dayak Darat seringkali menggunakan ikat kepala berwarna merah dengan dekorasi bulu burung ruai, enggang, atau daun Rinyuakng. Untuk perangkat musik tradisional seringkali didominasi oleh Suling, Gong, Gendang, dan Kollatung.

5. Dayak Murut
Darat Murut adalahrumpun Dayak yang berasal dari derah unsur utara dataran tinggi pulau Kalimantan. Dayak Murut tersebar di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sabah, Sarawak, dan Brunei. Adapun sub-suku dari Dayak Murut ialah Okolod, Keningau Murut, Paluan, dll.

Dayak Murut mempunyai tarian yang familiar yaitu tarian Mangunatip. Perkataan Magunatip dipungut daripada ucapan “atip” yang bermaksudmengurangi antara dua permukaan. Penari magunatip memerlukan keahlian dan ketangkasan yang baik guna menari mengarungi buluh yang dipukul serentak guna menghasilkan bunyi dan irama tarian tersebut.

Pakaian tradisional Dayak Murut untuk lelaki secara umum tercipta dari kulit kayu atau kain tenun, dengan ikat kepala serta dekorasi bulu burung ruai. Bagi wanita, baju tradisional seringkali di kekuasaan warna hitam dengan dekorasi motif sekian banyak warna. Untuk perangkat musik,seringkali didominasi oleh Suling, Gong, Kollatung, dan Kadire/keledik (alat musik tiup).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *